Momentum libur sebelum hari Saraswati pada bulan April kemarin, segenap karyawan, keluarga dan kerabat menyempatkan untuk mendekatkan diri ke Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewa kemakmuran yang bertempat di Pura Pulaki dan Pura Melanting.
Pura Pulaki merupakan pusat Pura Melanting di Bali. Lebih tepat disebut di kompleks Pura Pulaki. Karena Pura Pulaki sebagai pusatnya dengan enam Pura Pesanakannya yaitu Pura Melanting, Pura Pegaluhan, Pura Pabean, Pura Kerta Kawat, Pura Taman dan Pura Pemuteran. Semua pura tersebut berhubungan dengan Pura Pulaki dan berada di sekitar pura tersebut. Keberadaan Pura Pulaki diceritakan dalam beberapa lontar. Seperti Lontar Babad Bali Radjiya, Babad Bhatara Sakti Bahu Rawuh dan Sejarah Pura Gede Pulaki. Semua sumber tertulis itu menceritakan keberadaan Pura Pulaki tersebut berhubungan dengan kedatangan Mpu Dang Hyang Nirartha dari Majapahit ke Bali.
Berangkat dari kantor Bali Medianet di Tukad Batanghari 88 pada pukul 08.00 WITA, perjalanan dilakukan dengan menggunakan bus dan menempuh waktu sekitar 4 jam untuk sampai di tenpat tujuan. Pura pertama yang di kunjungi dalam tirta yatra ini adalah Pura Kerta Kawat. Perjalanan di lanjutkan menuju ke Pura Melanting, Pura Taman, Pura Pemuteran dan terakhir Pura Pulaki. Kurang lebih jam 16.00 wita rombongan sudah tiba di Pura Pulaki yang artinya sampai pada Pura terakhir yang dikunjungi dalam Tirta Yatra kali ini.
Tepat pukul 17.00 WITA, rombongan melanjutkan perjalanan kembali ke Denpasar. Dan tentunya bersiap-siap untuk menyongsong hari suci Saraswati keesokan harinya.



